Keterlibatan aktif masyarakat Bali dalam menghadapi masalah lingkungan sangat penting, terutama karena Bali merupakan pusat pariwisata yang perlu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan menjaga alam dan budaya.
Sebagai bagian dari upaya ini, belasan mitra pembangunan bergabung dalam Koalisi Bali Emisi Nol Bersih untuk menunjukkan inisiatif dan inovasi mereka dalam mengurangi emisi karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih.
Salah satu kegiatan utama mereka adalah “Bali Beraksi untuk Iklim” yang diadakan di Taman Inspirasi Muntig Siokan, Sanur, Denpasar, pada Rabu, 18 September 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, didukung oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia, Institute Essential Services for Reform (IESR), New Energy Nexus, dan CAST Foundation.
Beberapa kegiatan yang dipamerkan melibatkan mitra pembangunan, seperti BioSolar Farm yang menggabungkan energi terbarukan dengan pertanian, talkshow tentang biorock oleh Biorock Indonesia, dan inisiatif pengelolaan sampah dari Griya Luhu.
Selain itu, perwakilan masyarakat Desa Sanur turut hadir membahas upaya menciptakan kawasan rendah emisi di daerah mereka.
Bali telah melahirkan banyak inovasi berbasis komunitas yang berpotensi besar mendukung agenda Nol Emisi Bersih (Net Zero Emission – NZE) di Bali.
Namun, meskipun sudah banyak usaha, ada beberapa tantangan seperti kurangnya perhatian terhadap inisiatif lokal, terbatasnya dukungan dari berbagai pihak, dan minimnya kolaborasi lintas sektor.
Banyak inisiatif dari komunitas yang masih kekurangan dukungan. Oleh karena itu, acara Bali Beraksi untuk Iklim diharapkan menjadi platform yang strategis untuk mengatasi masalah tersebut.
Sofwan Hakim dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih mengatakan visibilitas dan dukungan berkelanjutan sangat penting agar inisiatif-inisiatif ini bisa berkembang dan memberikan kontribusi nyata untuk mencapai NZE Bali.
“Media juga berperan penting dalam menyebarkan informasi tentang transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan, sehingga semakin banyak masyarakat yang terlibat dan mendukung,” kata Sofwan.
Misalnya, Cast Foundation dengan FabLab, sebuah laboratorium kreatif yang dilengkapi alat digital untuk merancang dan membuat prototipe produk.
FabLab ini mendorong kreativitas masyarakat Bali dalam menciptakan solusi yang ramah lingkungan.
BioSolar Farm juga turut memamerkan sistem pertanian yang digabungkan dengan energi terbarukan, menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Griya Luhu memamerkan inisiatif pengelolaan sampah yang menggabungkan teknologi digital dan pendekatan berbasis komunitas.
Biorock Indonesia, melalui talkshow, membahas teknologi biorock yang menggunakan arus listrik untuk mempercepat pertumbuhan karang dan organisme laut.
Di Pemuteran, Buleleng, mereka telah berhasil memanfaatkan tenaga surya untuk mendukung teknologi ini.
Selain itu, WRI Indonesia bersama pemerintah Bali, pemerintah Kota Denpasar, serta Desa Adat Intaran dan Desa Sanur Kauh, memulai program kawasan rendah emisi di Sanur sebagai langkah awal untuk mencapai visi Bali bebas emisi pada tahun 2045.
Dengan semangat yang sama, IESR bersama Pemerintah Provinsi Bali menyusun Peta Jalan 100% Energi Terbarukan di Nusa Penida, sebuah rencana ambisius untuk menjadikan Nusa Penida sebagai kawasan pertama di Bali yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan.
Penulis : K. Swandaru
Tanggal : 18 September 2024



